Jalan Spiritual Menjadi Transgender

Esai: Jalan Spiritual Menjadi Transgender

Apa yang terlintas dalam pikiran ketika mendengar kata “transgender”? Salatnya pakai sarung atau mukena, ke toilet pria atau wanita saat buang air, kencingnya berdiri atau jongkok, nama lahirnya siapa, waktu kecilnya seperti apa, dan segudang pertanyaan lainnya. Disadari atau tidak, pertanyaan yang muncul tadi menggunakan pondasi berpikir berdasarkan jenis kelamin: penis atau vagina.

Ilustrasi oleh: tampabay.com


Transgender berarti perpindahan gender dari laki-laki ke perempuan. Gender, bukan jenis kelamin, maka berbeda dengan transseksual. Transgender dalam masyarakat Indonesia memiliki berbagai macam sebutan: waria, wandu, wadam, banci, calabai’, calalai, dll. sesuai dengan bahasa daerah masing-masing. Dalam dunia akademik, transgender disebut juga sebagai third gender.

Itu baru satu aspek tentang ekspresi gendernya. Masih ada ekspresi seksual, identitas seksual, identitas gender dan seabrek istilah lainnya yang menggambarkan keanekaragaman gender-seksualitas di muka bumi ini. Namun, kali ini bukan untuk menjelaskan satu per satu istilah-istilah tersebut, melainkan mencari cara bagaimana saling menghargai dalam perbedaan gender-seksualitas, yang kesemuanya itu bisa terbentuk secara kodrati atau konstruksi sosial.

Sepanjang 2019 masyarakat Indonesia disibukkan untuk memikirkan kelamin Lucinta Luna beserta nama aslinya. Beberapa minggu lalu seorang transgender dibakar hidup-hidup di Cilincing, Jakarta karena tidak mau mengaku sebagai pencuri. Beberapa hari yang lalu YouTuber ngehek ngeprank transgender dengan memberi sembako berisi sampah dan batu bata demi konten murahan.

Tentu beberapa kasus yang telah disebut memiliki persoalan berbeda-beda. Namun ada kesamaan mendasar dalam tiga kasus tersebut, yaitu marginalisasi. Pada kasus yang terakhir disebut menandakan minimnya empati terhadap kelompok minoritas. Bukan sekedar minim empati, tapi juga melegitimasi penghinaan dengan dalil agama yang ngawur.

Apa yang salah dengan transgender? Apa yang salah dengan identitas seksualnya? Kenapa transgender selalu dipinggirkan?

Baca juga: May Day: Curhat Sembari Melawan di Tengah Pandemi

Salah dan benar adalah wajah masyarakat yang hitam putih. Tendensi benar-salah berdasarkan jenis kelamin menjadi agak aneh untuk sekarang ini. Laki-laki ber-penis, sedangkan perempuan ber-vagina, dan setiap ekspresi gender-seksual yang tidak sesuai dengan kelaminnya dikaitkan dengan patologi. Segalanya serba heteronormatif, sangat memaksa.

Cara pandang heteronormatif berbalut dogma agama masih dominan hingga saat ini. Setiap identitas seksual yang tidak sesuai dengan cis gendernya akan dianggap keluar dari “fitrah.” Inilah yang menyebabkan transgender terlihat layak dimarginalkan. Bentuknya bisa berupa: merginalisasi politik, pendidikan, sosial, dan ekonomi.

Di dalam politik, transgender sangat sulit—mendekati mustahil—menduduki kursi pemerintahan. Di dunia pendidikan berpotensi menjadi objek bullying. Di ranah sosial, termasuk keluarga, mereka dianggap sampah masyarakat atau produk gagal. Berbagai sektor marginalisasi tersebut akhirnya berdampak pada kondisi ekonomi transgender. Mau tidak mau, pekerjaan informal menjadi jalan terakhir memperoleh penghasilan. Dan tidak sulit untuk mengakui, bahwa dalam proses margianlisasi mengandung unsur agama.

***

deviantart.com


Man ‘arafa nafsahu faqad arafa rabbahu [Q.S. asy-Syuura: 42:11] merupakan ayat sufistik untuk memahami kedirian transgender. Secara literal ayat tersebut bermakna: barang siapa mengenal dirinya akan mengenal Tuhannya. Ayat ini tidak perlu ditafsirkan dengan merujuk kepada para mufasir klasik sampai kontemporer, karena tujuannya bukan untuk debat teologis. Untuk memahami ayat tersebut cukup mengembalikan pada pemilik diri, subjektivitas transgender.

Mengakui diri sebagai transgender adalah proses mencintai diri dengan jujur. Meyakini bahwa apa yang diberikan Tuhan pada setiap makhluknya adalah suatu bentuk kebesaran-Nya. Dengan begitu, menyadari kondisi gender dan seksualitas adalah salah suatu bentuk mencintai Tuhan dengan sejujur-jujurnya.

Menjadi transgender bukan sekedar perjalanan seksual, tapi juga spiritual. Jalan terjal dan panjang dilalui transgender untuk mencapai Tuhannya. Misalnya Nafeesa, seorang yang memantapkan diri sebagai transgender dan muslimah dengan tetap menjalankan tradisi agama setempat, Afrika Selatan. Karena sebagai pemain teater, ia menanggapi stigma-stigma dengan jokes, seperti: “I was a typical little girl trapped in a boy’s body.”

Baca juga: Awas, Nanti Jadi Polisi!

Di Indonesia ada pesantren waria al-Fatah Yogyakarta, sebagai salah satu contoh ruang aman yang memfasiliasi waria di jalan spiritual. Salah satu proses pengenalan diri mereka dengan membuat fikih waria, yang berkolaborasi dengan UNISNU Jepara. Salah satu gagasannya adalah memasukkan diskursus waria ke dalam mukhannast (bukan khuntsa), yaitu laki-laki yang kesehariannya bersifat feminin, termasuk cara berpakaian.

Menjunjung tinggi subjektivitas. Selama ini transgender selalu menjadi objek pemaknaan oleh masyarakat sampai mereka tertekan dan menyalahkan diri sendiri karena tidak bisa menyesuaikan ekspektasi sosial. Tidak mampu berkomformitas dengan cara pandang oposisi biner masyarakat menyebabkan multiple marginalisasi: oleh masyarakat (dengan segala strukturnya) dan diri sendiri.

Apa yang dilakukan pesantren al-Fatah merupakan terobosan membongkar objektivikasi terhadap transgender. Dalam beragama mereka dipaksa masuk dalam kategori laki-laki atau perempuan, yang akan mengekang ekspresi gender dalam praktik agama, kehilangan subjektivitas. Maka, perumusan fikih waria merupakan cara menjunjung tinggi subjektivitas transgender (kedirian) agar tidak terkekang oleh fikih-fikih yang serba binary.

Surat asy-Syura (yang tersebut di atas) dan subjektivitas Fucouldian merupakan kombinasi yang pas dan humanis dalam memahami transgender. Bukan lagi berangkat dari ideologi biner, melainkan ketubuhan transgender sendiri, dengan mengakui pengetahuan kognitif tentang tubuh dan psikologi transgender.

 

Daftar Bacaan:

Hary Widyantoro, “Rethinking Waria Discourse in Indonesia and Global Islam: the Collaboration between Nahdlatul Ulama Islamic University Activists and Waria Santri,” (Thesis), 2015.

Scott Siraj al-Haqq Kugle, Living Out Islam: Voice of Gay, Lesbian, and Transgender Muslim, New York: New York University Press, 1969.

GAYa NUSANTARA, Tafsir Progresif Islam dan Kristen Terhadap Keragaman Gender dan Seksualitas: Sebuah Panduan Memahami Tubuh dan Tuhan, 2020.

Koeswinarno, dan Mustolehudin. 2017. “Islam, Gay, and Marginalization: a Study on the Religious Behaviours of Gays in Yogyakarta.” Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies Vol. 7(1).


COMMENTS

BLOGGER
Name

Agama,4,ahmadiyah,1,Buku,2,Ceramah,1,Cerpen,23,Donna Haraway,1,ekologi,2,esai,20,feminisme,1,fiksimini,4,G30S,1,Gallery,2,Ganja,2,gender,15,HOS Tjokroaminoto,1,hukum,1,Ilyas Husein,1,komunisme,1,Lapor,3,minoritas seksual,1,new normal,1,Opini,1,pascakolonial,1,Pembantaian,1,Pendidikan,2,perempuan,5,petani,1,PMII,1,politik,3,puasa,1,Puisi,3,Ratna Triwulandari,3,resensi,3,Rizka Umami,1,Sejarah,5,seksualitas,1,Selasar,17,Sosok,5,Tualang,1,
ltr
item
selasartutur[dot]com: Jalan Spiritual Menjadi Transgender
Jalan Spiritual Menjadi Transgender
Esai: Jalan Spiritual Menjadi Transgender
https://1.bp.blogspot.com/-UXceg8D7m9U/XrDNsLIE-9I/AAAAAAAAED4/DFkYCnJpiSoaQm8b0mfHVx8hyKmv9Ar1gCK4BGAsYHg/transgender.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-UXceg8D7m9U/XrDNsLIE-9I/AAAAAAAAED4/DFkYCnJpiSoaQm8b0mfHVx8hyKmv9Ar1gCK4BGAsYHg/s72-c/transgender.jpg
selasartutur[dot]com
https://www.selasartutur.com/2020/05/jalan-spiritual-menjadi-transgender.html
https://www.selasartutur.com/
https://www.selasartutur.com/
https://www.selasartutur.com/2020/05/jalan-spiritual-menjadi-transgender.html
true
3884400824057811209
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy